Senin, 23 Februari 2015

Launching Film Danum Baputi, Penjaga Mata Air


filmdanumbaputiOK
Kerusakan hutan dunia terbesar terjadi di Indonesia. Sungguh sangat mengkhawatirkan karena kerusakan itu terjadi justru di paru-paru dunia yang terus tumbuh dan berkembang. Berangkat dari fenomena ini Sa’Villa Production memproduksi film ‘Danum Baputi’ dengan harapan kita semua peduli dengan kelestarian hutan. Sebuah film bertemakan tentang lingkungan dalam penyelamatan hutan dan sumber daya air yang dikemas dalam drama percintaan dan tragedi.
R. Yayank NN sebagai penulis dan produser, mengatakan, bahwa launching film ‘Danum Baputi’ ini sebagai titik awal langkah peredaran ke berbagai kota, daerah bahkan pelosok negeri ini. “Misi visi utamanya adalah film ini dapat menjadi media sosialisasi tentang keperdulian alam. Film ini juga telah terdaftar dalam Festival Film International di Canada dan Perancis tahun 2015, khususnya Film Lingkungan,” kata R. Yayank NN dalam acara press conference launching film ‘Danum Baputi’ di kawasan Jungle Fest Bogor Nirwana Residence, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/11/2014).
‘Danum Baputi’ berkisah tentang sekelompok masyarakat yang ada di pedalaman Kalimantan yang masih peduli dengan lingkungannya, peduli dengan hutan adat mereka dan mempertahankan agar tidak dirusak.
Film ini diperankan oleh pendatang baru di kancah perfilman Indonesia sebagai pemeran utama Danum, yaitu Jovita Dwijanti, Runner Up I Miss Indonesia 2013 dan Raditya Agung Yudhistira sebagai Penyang serta Reiner Manopo sebagai Akin. Juga artis-artis senior yang mendukung film ini, seperti di antaranya; Yati Surachman, Dolly Martin, Helmy Jagar dan Billy Boedjanger.
Adapun Gunawan Panggaru, sutradara film ini, yang telah sukses menyutradarai beberapa film layar lebar di antaranya yang terbaru ‘Syahadat Cinta’, mengatakan, “Lewat Film ‘Danum Baputi’ ini kami ingin menyampaikan jika bumi ini rusak maka kehancuran akan segera datang, kerusakan hutan indonesia terbesar di dunia, kita semua bertanggung jawab untuk menjaga hutan harus dilestarikan! Sumber mata air harus dijaga! Bisa dibayangkan bagaimana kondisi terjadi krisis air di tahun 2025?”
Sa’Villa Production berkerjasama dengan Ully Sigar Association dalam program-program pelestarian lingkungan dan sumber daya air,yang akan direalisasikan bersama pemerintah dari departemen terkait seluruh indonesia. Film ini telah diapresiasi oleh tiga kementrian, yaitu Kehutanan, Lingkungan hidup dan kementrian Pekerjaan Umum, Para menteri menyarankan agar film ini dapat ditonton oleh semua unsur masyarakat tidak hanya di bioskop saja, karena film ini banyak mengandung nilai pendidikan, budaya, dan lingkungan yang perlu diangkat menjadi media pengantar untuk masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dan sumber daya air, sebagai warisan kepada generasi selanjutnya.
Jo Edy Respati. Direktur Utama Jungle Fest mengatakan dengan adanya kolaborasi peluncuran film ‘Danum Baputi’ di Jungle Fest ini lebih memperkokoh posisi Jungle Fest sebagai tempat wisata yang ramah lingkungan baik di kancah nasional maupun internasional. “Dan pihak kami akan mendukung rencana kegiatan dari program yang dicanangkan Sa’Villa Production yang antara lain; roadshow film Danum Baputi, baik itu nasional dan internasional, Festival Bogor Environmental 2015 dan pembuatan film ‘2025’sehingga menarik minat orang banyak untuk mau berkunjung di Jungle Fest. Jungle Fest akan menjadi icon lingkungan, baik nasional maupun internasional!,” kata Jo Edy Respati tampak begitu bersemangat.
Perlu diketahui, bahwa Embie C. Noor yang menjabat sebagai anggota Badan Perfilman Indonesia (BPI), yang dulu menjadi ilustrator musik film peraih piala citra juga film sejarah ‘G30S PKI’ sebagai pencetus ide Festival Bogor Environmental yang langsung disambut baik oleh direktur Sa’Villa dan menjadi bagian dari program sosialisasinya.
‘Save Our Earth’ adalah inti pesan dari acara launching film ini, yang mengajak kepada seluruh anak bangsa untuk ikut ambil bagian dalam aksiku bumiku menjaga hutan dan menjaga sumber mata air. (Akhmad Sekhu)

1 komentar:

  1. Filmnya sangat menginspirasi kita untuk lebih peduli dengan bumi apalagi di Indonesia khususnya Riau dan Kalimanta telah terjadi kerusakan hutan yang sangat para. Semoga saja muncul banyak film2 seperti ini

    BalasHapus