Senin, 23 Februari 2015

2015 Award of Excellence Winners

Film Danum Baputi "Pejaga Mata Air" yang akan tayang di cineplex 21/XXI tanggal 26 Maret 2015 ini dan tanggal 20 februari kemarin pihak manajemen Sa Villa PH mendapat email pemberitahuan kalau film Danum Baputi "Penjaga Mata Air" masuk dalam 2015 Award of Excellence Winners kategori Environmental Competion.

"Sungguh dapat kita banggakan bahwa lewat film ini dunia Internasional tahu persoalan lingkungan di negeri kita, khususnya kerusakan hutan yang terjadi di Riau dan kalimantan" ujar Sutradara film Danum Baputi "Penjaga Mata Air" Gunawan Paggaru.

Tim Sa Villa PH mendapat Undangan untuk menerima penghargaan tersebut tanggal 11 s/d 12 April di Canada - Vancouver.

Gunawan Paggaru yang sebelumnya menyutradarai beberapa film ini diantaranya Issue, Syahadat Cinta dan Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji.

Launching Film Danum Baputi, Penjaga Mata Air


filmdanumbaputiOK
Kerusakan hutan dunia terbesar terjadi di Indonesia. Sungguh sangat mengkhawatirkan karena kerusakan itu terjadi justru di paru-paru dunia yang terus tumbuh dan berkembang. Berangkat dari fenomena ini Sa’Villa Production memproduksi film ‘Danum Baputi’ dengan harapan kita semua peduli dengan kelestarian hutan. Sebuah film bertemakan tentang lingkungan dalam penyelamatan hutan dan sumber daya air yang dikemas dalam drama percintaan dan tragedi.
R. Yayank NN sebagai penulis dan produser, mengatakan, bahwa launching film ‘Danum Baputi’ ini sebagai titik awal langkah peredaran ke berbagai kota, daerah bahkan pelosok negeri ini. “Misi visi utamanya adalah film ini dapat menjadi media sosialisasi tentang keperdulian alam. Film ini juga telah terdaftar dalam Festival Film International di Canada dan Perancis tahun 2015, khususnya Film Lingkungan,” kata R. Yayank NN dalam acara press conference launching film ‘Danum Baputi’ di kawasan Jungle Fest Bogor Nirwana Residence, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/11/2014).
‘Danum Baputi’ berkisah tentang sekelompok masyarakat yang ada di pedalaman Kalimantan yang masih peduli dengan lingkungannya, peduli dengan hutan adat mereka dan mempertahankan agar tidak dirusak.
Film ini diperankan oleh pendatang baru di kancah perfilman Indonesia sebagai pemeran utama Danum, yaitu Jovita Dwijanti, Runner Up I Miss Indonesia 2013 dan Raditya Agung Yudhistira sebagai Penyang serta Reiner Manopo sebagai Akin. Juga artis-artis senior yang mendukung film ini, seperti di antaranya; Yati Surachman, Dolly Martin, Helmy Jagar dan Billy Boedjanger.
Adapun Gunawan Panggaru, sutradara film ini, yang telah sukses menyutradarai beberapa film layar lebar di antaranya yang terbaru ‘Syahadat Cinta’, mengatakan, “Lewat Film ‘Danum Baputi’ ini kami ingin menyampaikan jika bumi ini rusak maka kehancuran akan segera datang, kerusakan hutan indonesia terbesar di dunia, kita semua bertanggung jawab untuk menjaga hutan harus dilestarikan! Sumber mata air harus dijaga! Bisa dibayangkan bagaimana kondisi terjadi krisis air di tahun 2025?”
Sa’Villa Production berkerjasama dengan Ully Sigar Association dalam program-program pelestarian lingkungan dan sumber daya air,yang akan direalisasikan bersama pemerintah dari departemen terkait seluruh indonesia. Film ini telah diapresiasi oleh tiga kementrian, yaitu Kehutanan, Lingkungan hidup dan kementrian Pekerjaan Umum, Para menteri menyarankan agar film ini dapat ditonton oleh semua unsur masyarakat tidak hanya di bioskop saja, karena film ini banyak mengandung nilai pendidikan, budaya, dan lingkungan yang perlu diangkat menjadi media pengantar untuk masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dan sumber daya air, sebagai warisan kepada generasi selanjutnya.
Jo Edy Respati. Direktur Utama Jungle Fest mengatakan dengan adanya kolaborasi peluncuran film ‘Danum Baputi’ di Jungle Fest ini lebih memperkokoh posisi Jungle Fest sebagai tempat wisata yang ramah lingkungan baik di kancah nasional maupun internasional. “Dan pihak kami akan mendukung rencana kegiatan dari program yang dicanangkan Sa’Villa Production yang antara lain; roadshow film Danum Baputi, baik itu nasional dan internasional, Festival Bogor Environmental 2015 dan pembuatan film ‘2025’sehingga menarik minat orang banyak untuk mau berkunjung di Jungle Fest. Jungle Fest akan menjadi icon lingkungan, baik nasional maupun internasional!,” kata Jo Edy Respati tampak begitu bersemangat.
Perlu diketahui, bahwa Embie C. Noor yang menjabat sebagai anggota Badan Perfilman Indonesia (BPI), yang dulu menjadi ilustrator musik film peraih piala citra juga film sejarah ‘G30S PKI’ sebagai pencetus ide Festival Bogor Environmental yang langsung disambut baik oleh direktur Sa’Villa dan menjadi bagian dari program sosialisasinya.
‘Save Our Earth’ adalah inti pesan dari acara launching film ini, yang mengajak kepada seluruh anak bangsa untuk ikut ambil bagian dalam aksiku bumiku menjaga hutan dan menjaga sumber mata air. (Akhmad Sekhu)

Kisah Suku Asing di Film Danum Baputi

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/11/269163/Kisah-Suku-Asing-di-Film-Danum-Baputi-

Selasa, 11 November 2014 , 13:48:00
Cinta dan konflik: Salah satu adegan film Danum Baputi yang mengambil setting di kawasan Bogor, Jawa Barat. INDOPOS/JPNN.com
Cinta dan konflik: Salah satu adegan film Danum Baputi yang mengambil setting di kawasan Bogor, Jawa Barat. INDOPOS/JPNN.com
BERITA TERKAIT


Runner Up 1 Miss Indonesia 2013 Jovita Dwijayanti menyuguhkan kebolehannya di dunia peran. Dia terlibat dalam sebuah film berjudul ‘Danum Baputi’. Sebuah film kolaborasi dua rumah produksi Sa’Villa Production dan Ully Sigar Association tersebut mengangkat tema lingkungan hidup yakni, selamatkan hutan dan air.
”Misi utama film ini tentang kepedulian terhadap alam,” ucap R. Yayank N.N., produser film ‘Danum Baputi’ di kawasan Bogor, Jawa Barat, Minggu, (9/11).
Selain Jovita, film yang akan diputar di layar bioskop pada pertengahan November ini dibintangi Raditya Agung Yudhistira, Reiner Manopo, Yati Surachman, Dolly Martin, Helmy Jagar, dan Billy Boedjanger.
Lewat para pemain muda, alur cerita dari film yang disutradarai oleh Gunawan Panggaru tersebut diramu dengan ketegangan dan sebuah drama percintaan.
”Film ini dikemas secara modern dan tidak monoton. Ada bumbu drama percintaan dan konflik,” ujarnya.
Memang tak banyak film yang berani mengangkat tema soal lingkungan hidup. Misi sosial mengajak masyarakat kembali peduli terhadap kerusakan lingkungan terkadang disuguhkan sineas dalam film pendek dan dokumenter.
”Ya bisa dibilang ini memang langkah awal kami untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menyelamatkan hutan kita melalui peredaran ke berbagai kota, daerah bahkan pelosok negeri ini,” jelasnya.
Dengan tema sosial seperti kerusakan lingkungan, pengambilan gambar pun dilakukan di kawasan Bogor. Bahkan salah satu Sungai Cisadane menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar film yang terdaftar di Festival Film Internasional (FFI) 2015 di Kanada dan Perancis itu.

Film "Danum Baputi" Mengajak Masyarakat Menjaga Lingkungan

sumber : http://www.tabloidbintang.com/articles/film-tv-musik/kabar/14619-film-danum-baputi-mengajak-masyarakat-menjaga-lingkungan

Senin, 10 November 2014 18:53:57 |
Film "Danum Baputi" Mengajak Masyarakat Menjaga Lingkungan
Jovita Dwijayanti (Supri/BION)
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup, Sa'Villa Production bekerjasama dengan Ully Sigar Association menggarap film "Danum Baputi".
Sebuah film yang bertutur tentang sekelompok masyarakat di pedalaman Kalimantan yang sangat peduli terhadap lingkungan, budaya dan adat istiadat.

R Yayank NN, produser dan penulis skenarionya mengungkapkan, pesan moral film "Danum Baputi" mengajak masyarakat ikut menjaga dan melestarikan lingkungan.
"Memang misi utamanya dapat menjadi media sosialisasi tentang kepedulian terhadap alam," ujar Yayank di Jungle Fest, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/11).

Menurutnya, film ini dikemas secara modern dan tidak monoton. Ada bumbu drama percintaan dan tragedi yang diselipkan dalam film yang terdaftar di Festival Film Internasional 2015 di Kanada dan Perancis itu.

"Danum Baputi langkah awal untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menyelamatkan hutan kita," terang Yayank.

"Film ini bagus sekali untuk edukasi dan pembelajaran bagi generasi muda, terutama masyarakat di perkotaan untuk peduli dengan tatanan lingkungan, hutan dan budaya kita," tambah Jovita Dwijayanti, Runner Up 1 Miss Indonesia 2013, yang dipercaya memerankan tokoh Danum.
Selain Jovita Dwijayanti, film yang akan diputar di bioskop pada pertengahan November ini juga dibintangi Raditya Agung Yudhistira, Reiner Manopo, Yati Surachman, Dolly Martin, Helmy Jagar dan Billy Boedjanger.

Para Pemain Film 'DANUM BAPUTI' Lakukan Aksi Nyata!

Senin, 05 Mei 2014 18:45 | 

Jovita Dwijayanti

Para Pemain Film 'DANUM BAPUTI' Lakukan Aksi Nyata!

Kapanlagi.com - Para pemain, kru dan seluruh orang yang terlibat dalam film DANUM BAPUTI secara serentak terjun langsung untuk menjaga kelestarian alam. Hal itu dilakukan dalam rangka menyukseskan program bertajuk Aksiku Untuk Bumiku.
"Kami berharap DANUM BAPUTI tidak hanya ada di film. Untuk itu ada serangkaian program Aksiku Untuk Bumiku, yang dibuat sebagai aksi nyata untuk bumi kita," ujar Yayank selaku produser film tersebut.
Para pemeran DANUM BAPUTI  saat kampanye Aksiku Untuk Bumiku @foto: facebook.com/pages/Danum-Baputi
Para pemeran DANUM BAPUTI saat kampanye Aksiku Untuk Bumiku @foto: facebook.com/pages/Danum-Baputi
 
Dalam rangkaian acara yang dibuat seperti kampanye, seminar, penanaman pohon, penyuluhan, dan lain lain, kerja sama dengan berbagai pihak pun dilakukan. Salah satunya, tim DANUM BAPUTI turut mendukung kegiatan Gema Cisadane pada 27 April 2014 lalu.
"Semoga acara ini tidak hanya ceremonial, tapi benar benar ada tindakan nyata ke depannya", jelas Ully Sigar Rusady dari Garuda Nusantara yang menjadi promotor acara ini.

Film DANUM BAPUTI sendiri rencananya akan rilis pada Juni 2014 mendatang, bertepatan untuk memperingati Hari Lingkungan se-Dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2014. Selain itu, film yang disutradarai oleh Gunawan Paggaru dengan para pemain seperti Jovita Dwijayanti (Runner Up Miss Indonesia 2013), Yati Surahman, Dolly Martin dan Billy Boedjanger itu sudah selesai syuting dan tinggal memasuki pasca produksi untuk mengisi efek dan soundtrack film.

BANJIR, KRISIS AIR, ADAKAH SOLUSINYA

Oleh : Andi Shabrina

https://andishabrina.wordpress.com/tag/gunawan-paggaru/
Kondisi bumi yang saat ini banyak terjadi banjir mungkin sangat mengganggu kehidupan Anda. Banyak kerugian baik sefi moril dan materil. Tidak terjadi hanya di Indonesia, namun dunia. Jika hujan, Banjir dating, tidak hujan, krisis air terjadi, kebakaran hutan merajalela. Dilemma yang menjadi tugas kita semua untuk menyelesaikannya. Banjir salah satunya disebabkan oleh daerah serapan yang kurang. Seperti yang kita lihat disekitar kita, sedikit lahan terbuka untuk pohon maupun tanaman lainnya. Untuk itu, asset lingkungan kita, yaitu hutan yang masih ditumbuhi tanaman, harus dijaga, serta kebiasaan menanam meskipun tanaman kecil harus dijadikan kebiasaan. Ini bukan peran suatu instansi saja, namun tugas bersama.

Seperti yang coba disampaikan melalui yang digarap oleh Sutradara Gunawan Paggaru. Film tersebut berusaha mengajak masyarakat untuk sadar, bahwa segala bentuk kerusakan alam yang terjadi adalah karena ulah manusia, untuk itu setiap elemen masyarakat harus bekerjasama untuk menghentikan (paling tidak mengurangi) kerusakan alam yang ada. Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup turut menghimbau masyarakat untuk menonton film ini.

Film merupakan media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Dengan menyatukan edukasi dan entertain tentunya akan lebih mudah menstimuli masyarakat dengan pesan yang ingin disampaikan. Film juga menjadi media pencitraan dan promosi suatu perusahaan. Dengan menjadi sponsor atau bekerjasama dengan Film Danum Baputi, memperlihatkan perusahaan Anda peduli terhadap lingkungan. Terlebih lagi Film Danum Baputi tidak hanya sekedar film, tapi juga terdapat rangkaian aksi lingkungan. Dengan begitu perusahaan Anda mendapatkan keuntungan sekaligus. Tidak hanya logo perusahaan Anda terpasang dalam iklan printing, namun juga dicantumkan dalam credit title film tersebut dan masyarakat akan lebih mengingat perusahaan Anda.
Anda juga dapat berpartisipasi dengan membeli tiket/voucher untuk menonton film ini. dengan begitu, Anda sudah menyumbang banyak pohon untuk bumi ini.
1 penonton = 1 pohon

Minggu, 22 Februari 2015

SETAHUN DANUM BAPUTI

Sejak R. Yayank NN terpikir untuk berbuat sesuatu atas keprihatinannya terhadap kondisi Bumi kita yang semakin rusak, saat Indonesia masuk dalam urutan terparah kerusakan hutannya di dunia dan saat diramalkan akan terjadi krisis air di tahun 2025 dimana krisis terbesar terjadi Indonesia. Bersama Gunawan Paggaru mulai menggarap gagasannya lewat film dengan setting Budaya Kalimantan.

Jovita Dwijayanti RU1 Miss Indonesia 2013 pun dilibatkan sebagai peran utama yang didampingi oleh pemain-pemain senior seperti Yati Surachman, Dolly Martin, Billy Boedjanger, Reiner Manopo, Arif Rahman, Helmy Jagar dan Raditya Agung Yudisthira.

"Kami mempersiapkan film ini selama setahun" Kata R. Yayank NN sebagai produser. "Mudah-mudahan kami segera mendapatkan jadwal dari 21 agar film ini dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia dan menberi inspirasi untuk mau ikut peduli dengan lingkungan, khususnya sumber mata air kita yang semakin hari semakin berkurang." Lanjutnya.